Mubalighah: Muslimah di Tengah Dua Benturan Peradaban

 Mubalighah: Muslimah di Tengah Dua Benturan Peradaban

Mubalighah Kota Depok Ustadzah Isma Nur Diana, S.Pd., menyatakan, keadaan Muslimah saat ini berada di tengah benturan dua peradaban yang memengaruhi cara berpikir, bersikap, dan menjalani kehidupan.

“Kenyataan hari ini, keadaan Muslimah dalam dua benturan peradaban, yaitu sekuler dan solusi sistem Islam,” jelasnya dalam Kajian Muslimah Depok: Menjadi Muslimah Sejati, Penebar Kebaikan dan Penolong Agama Allah, Selasa (13/10/2026) di Depok.

Menurutnya, benturan pertama adalah sistem sekuler, yaitu memisahkan aturan agama dari dunia. “Sekuler dalam hal ini identik dengan feminisme, kemandirian diukur dari materi, kemandirian finansial, dan karier publik (domestik dianggap penindasan),” tuturnya di hadapan 160 peserta.

Ia menjelaskan, khas feminisme identik dengan upaya menggugat sistem perwalian, kepemimpinan suami, dan aturan waris dalam syariat Islam.

“Adapun dampak dari sekuler terhadap kehidupan Muslimah saat ini adalah double burden (beban ganda), kelelahan peran, depresi, dan terabaikannya generasi. Sistem saat ini menuntut perempuan serba bisa sehingga menyebabkan kelelahan luar biasa dan kehilangan jati diri,” bebernya.

Benturan kedua, terangnya, yaitu solusi sistem Islam dengan standar tunggal kemuliaan adalah ketakwaan.

“Wanita shalihah adalah khairu mata’iddunya (perhiasan terbaik dunia), sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur’an surah al-Hujurat ayat 13, bahwa ketakwaan merupakan ukuran kemuliaan muslimah, melalui upaya perempuan menjadi istri shalihah, anak perempuan sebagai benteng neraka serta keistimewaan ibu yang memiliki surga di bawah telapak kaki,” paparnya.

Menurutnya, Islam memberikan kolaborasi harmonis, kemanusiaan setara (taklif ibadah), namun fitrah peran saling melengkapi (qawwamah suami).

“Jika sistem Islam diterapkan akan tercipta ketenangan, kehormatan dan kesejahteraan dilindungi oleh sistem negara serta melahirkan generasi unggul,” sebutnya.

Ia pun menegaskan kemuliaan dan ketakwaan muslimah dapat diraih dengan ilmu dan mengajak kepada jemaah kajian muslimah yang hadir untuk bertanya pada diri sendiri: “Ilmu apa yang harus segera saya pelajari, agar apa yang saya lakukan benar-benar benar mampu menolong agama Allah?” [] Sandhi Indrati

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *