Zionis Culik Aktivis Kemanusiaan, Islam Haramkan Penjajahan

 Zionis Culik Aktivis Kemanusiaan, Islam Haramkan Penjajahan

MediaUmat – Terkait pencegatan dan penculikan para jurnalis dan aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumur Flotilla (GSF) selama empat hari di perairan internasional oleh Zionis Yahudi, Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa Dr. Ahmad Sastra menegaskan penjajahan dan kezaliman merupakan tindakan yang diharamkan.

“Penjajahan dan kezaliman merupakan tindakan yang diharamkan,” ujarnya kepada media- umat.com, Kamis (21/5/2026).

Ia mengutip firman Allah SWT yang dengan tegas melarang tindakan kezaliman: “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. al-Mā’idah [5]: 8).

Sayangnya sejarah panjang konflik Palestina, kata Ahmad, menunjukkan bahwa Israel tidak pernah benar-benar berdiri di atas semangat perdamaian yang adil.

“Berbagai perundingan dan diplomasi sering kali berakhir tanpa penyelesaian substantif, sementara pembangunan permukiman ilegal dan agresi militer terus berlangsung,” lanjutnya.

Ahmad menambahkan, Israel terus melakukan agresi dengan dukungan politik dan militer dari sekutu-sekutunya, terutama Amerika Serikat.

“Dukungan tersebut tampak dalam bantuan persenjataan, veto di forum internasional, hingga legitimasi politik terhadap pendudukan wilayah Palestina,” jelasnya.

Kesatuan Politik

Menurut Ahmad, umat Islam di seluruh dunia seharusnya memiliki solidaritas yang kuat terhadap rakyat Palestina, bukan sekadar simpati emosional, tetapi juga kesatuan sikap politik dan kemanusiaan,”.

Hal tersebut sejalan dengan hadis Nabi SAW. Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan kaum mukminin dalam saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi adalah seperti satu tubuh; apabila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh turut merasakan sakit dengan demam dan tidak bisa tidur” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Dari hadits Nabi ini, ucapnya, menunjukkan bahwa penderitaan Palestina bukan hanya persoalan bangsa tertentu, melainkan luka bagi seluruh umat Islam.

Khilafah

Ahmad mengungkapkan, salah satu penyebab utama lemahnya dunia Islam adalah hilangnya institusi pemersatu umat, yaitu khilafah.

“Dalam pandangan ini, ketika dunia Islam terpecah menjadi banyak negara bangsa dengan kepentingan masing-masing, maka kekuatan umat melemah dan mudah didominasi kekuatan asing, ” jelasnya.

Ia mengutip ucapan ulama kontemporer Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani dalam berbagai karya politiknya yang menegaskan bahwa persatuan politik umat Islam merupakan kewajiban syar’i untuk menjaga kehormatan dan keamanan negeri-negeri Muslim.

“Penjajahan modern dapat terus berlangsung karena umat Islam kehilangan kepemimpinan politik global yang mampu melindungi wilayah-wilayah kaum Muslimin,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejarah telah menunjukkan bahwa Palestina pernah dibebaskan oleh pemimpin-pemimpin Muslim seperti Umar bin Khaththab dan Shalahuddin al-Ayyubi ketika umat Islam bersatu.

“Oleh karena itu persatuan umat dan tegaknya khilafah, keadilan, dan keteguhan pada ajaran Islam, harapan bagi kemerdekaan Palestina akan segera terwujud,” pungkasnya.[] Muhammad Nur

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *