Kiai Labib: Sistem Non-Islam Sebabkan Umat Sulit Istiqamah
MediaUmat – Ulama KH Rokhmat S. Labib menegaskan sistem sekuler/non-Islam yang diterapkan saat ini membuat umat Islam sulit menjaga istiqamah.
“Kenapa kita sulit istiqamah? Ya, sistem yang melingkupi kita ini yang tidak islami,” ujarnya dalam diskusi bertema Istiqamah: Bukan Soal Sempurna, tapi Soal Tetap Berusaha yang tayang di kanal YouTube Rokhmat S. Labib, Sabtu (9/5/2026).
Ia mengatakan, persoalan istiqamah tidak cukup hanya dibebankan kepada individu. Lingkungan dan sistem kehidupan sangat mempengaruhi keimanan serta keteguhan seseorang dalam menjalankan syariat Islam.
“Ini enggak bisa diserahkan juga kepada individu harus negara yang melakukan,” katanya.
Menurutnya, negara menentukan apakah masyarakat terdorong pada ketakwaan atau justru terjerumus dalam kemaksiatan.
“Negara itulah yang sebenarnya akan menciptakan orang istiqamah,” ujarnya.
Ia menggambarkan kondisi masyarakat saat ini dipenuhi berbagai kemaksiatan sehingga umat semakin sulit menjaga keimanan dan ketakwaan.
“Para jamaah pada saat salat Jumat disebutkan ittaqullah, bertakwa kepada Allah. Begitu keluar dari masjid apa yang dilihat? Kemaksiatan,” katanya.
Menurutnya, sistem sekuler juga melahirkan aturan dan penguasa yang tidak mendorong masyarakat untuk taat kepada syariat Islam.
“Kalau dia hakim, dia memutuskan dengan hukum selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dan seterusnya,” ujarnya.
Ia menilai sistem pendidikan sekuler saat ini gagal melahirkan generasi beriman dan istiqamah karena tidak dibangun di atas akidah Islam.
“Kenapa kemudian anak enggak istiqamah, generasi kita enggak istiqamah? Ya karena memang pendidikannya disetel begitu,” katanya.
Menurutnya, pendidikan dalam Islam seharusnya dibangun untuk menjaga akidah generasi, bukan sekadar memenuhi kebutuhan materi dan pekerjaan.
“Kalau kita bicara pendidikan, pendidikan apa? Ini kan akidah ini,” ujarnya.
Syariat Islam Jaga Istiqamah Umat
Ia menilai negara Islam akan menjaga masyarakat tetap berada dalam ketakwaan karena seluruh sistem kehidupan dibangun berdasarkan syariat Islam.
“Kalau negara itu melarang semua yang haram,” katanya.
Menurutnya, negara wajib menutup berbagai jalan kemaksiatan seperti riba, judi, suap, dan transaksi haram agar masyarakat lebih mudah menjaga ketakwaan.
“Riba dilarang, judi dilarang, suap-menyuap dilarang,” ujarnya.
Ia mengatakan ketika syariat diterapkan secara menyeluruh, masyarakat akan hidup dalam lingkungan yang mendukung ketaatan kepada Allah SWT.
“Yang ada kok halal, kok halal, kok halal, semuanya halal,” katanya.
Menurutnya, Islam tidak hanya mengatur ibadah individu, tetapi juga mengatur negara agar menjaga keimanan masyarakat.
“Islam itu mengajarkan bukan sekedar individu tapi juga negara,” ujarnya.
Ia menegaskan negara memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk masyarakat yang istiqamah dan taat kepada syariat Islam.
“Negara yang punya tanggung jawab justru membentuk ini,” katanya.[] Zainard
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat