Trump dengan Angkuh Menghina Para Pemimpin Dunia di Davos
Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss pada 21 Januari 2026, Trump dengan angkuh mengancam para pemimpin dunia dan negara mereka, dengan mengatakan, “Kita mungkin tidak akan mendapatkan apa pun kecuali saya memutuskan untuk menggunakan kekuatan yang luar biasa, dan terus terang, kita akan menjadi kekuatan yang tak terhentikan. Tapi saya tidak akan melakukan itu. Sekarang semua orang berkata, ‘Oke, baiklah’. Itu mungkin pernyataan terpenting yang pernah saya buat, karena orang-orang mengira saya akan menggunakan kekerasan.”
Ia menyerukan “negosiasi segera dimulai dengan tujuan mencapai kesepakatan agar Amerika mengambil alih kendali Greenland,” dengan mengatakan, “Ia tidak akan merebutnya dengan kekerasan, tetapi ingin membelinya, bukan menyewanya,” mengejek orang-orang Eropa yang tampaknya sedang bernegosiasi untuk menyewakannya daripada menjualnya. Trump mengatakan bahwa ia ingin melindunginya dari Rusia dan China karena Eropa tidak mampu melindunginya.
Namun terkait Ukraina, Trump menyatakan bahwa ia tidak ingin melindunginya dari Rusia, dengan mengatakan, “Adalah tugas NATO dan Eropa untuk mengurus Ukraina, bukan Amerika.”
Trump telah berupaya meremehkan negara-negara Eropa dan para pemimpinnya, mengejek beberapa di antaranya, seperti Presiden Prancis Macron. Bahkan Trump mengingatkan mereka bahwa Eropa berhutang budi kepada Amerika atas perlindungan yang diberikannya.
Trump juga menyerang entitas Yahudi, dengan mengatakan, “Sebelumnya ia telah berbicara tentang (Israel) yang mencuri dan mengembangkan teknologi Amerika dan Rusia, kemudian ia mengaitkannya hanya kepada diri mereka sendiri. Para pemimpin Amerika dan Rusia tidak memiliki keberanian untuk berbicara tentang pencurian ini karena takut dituduh anti-Semitisme.”
Trump berkata kepada Netanyahu, “Berhentilah mengambil pujian atas Iron Dome; ini adalah teknologi kami. Kami membuatnya untuk (Israel).” Maksudnya adalah bahwa entitas Yahudi tidak lebih dari alat kolonial Amerika, sehingga mereka tidak berhak mengklaim pujian; sebaliknya, Amerika yang berhak mengklaim pujian atas mereka itu. Trump menambahkan bahwa Amerika mengeksploitasi orang Yahudi dalam perangnya melawan kaum Muslim di kawasan dan menundukkan para penguasa mereka untuk melawan rakyat mereka sendiri demi kepentingan Amerika.
Namun kebaikan tidaklah akan pernah lenyap dari kaum Muslim, karena di antara mereka terdapat orang-orang yang tulus ikhlas dan berjuang untuk menyingkirkan Amerika, para anteknya, dan entitas Yahudi, serta semua kekuatan jahat di Timur dan Barat dengan mendirikan Khilafah Rasyidah ‘ala minhājin nubuwah (hizb-ut-tahrir.info, 22/1/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat