Trump Menyerang NATO dan Mempertanyakan Kesiapan Sekutu untuk Membela Amerika

 Trump Menyerang NATO dan Mempertanyakan Kesiapan Sekutu untuk Membela Amerika

Presiden AS Trump mengkritik apa yang disebutnya ketidakseimbangan dalam hubungan dengan NATO, dengan mengatakan: “Kita memberi banyak, tetapi kita mendapatkan sangat sedikit sebagai imbalannya.” Ia menambahkan dalam pidatonya di Forum Davos di Swiss, bahwa Amerika Serikat telah mendanai NATO selama bertahun-tahun “tanpa menerima imbalan apa pun.” Ia juga menyerang pemerintahan AS sebelumnya, dengan menyatakan bahwa Presiden Joe Biden telah memberikan sekitar 350 miliar dolar kepada NATO, dan menggambarkannya sebagai hal yang mengejutkan, serta mengatakan bahwa uang AS “diberikan kepada negara dan entitas yang tidak menghargai apa yang kita lakukan.”

Dalam konteks terkait, Trump mengatakan bahwa negara-negara NATO telah menjadi lebih kuat setelah mengalokasikan sekitar 5% dari PDB mereka untuk pengeluaran pertahanan, tetapi ia menyatakan keraguan tentang kesiapan sekutu Amerika untuk mempertahankannya, dengan mengatakan, “Saya rasa sekutu NATO kita belum siap untuk melindungi kita.” Ia menambahkan bahwa Amerika berupaya menjadikan Eropa sebagai sekutu yang kuat (arabic.rt.com, 21/1/2026).

**** **** ****

“Amerika yang Utama”, “Rakyat Amerika yang Utama”, inilah wajah Amerika yang sebenarnya. Aspek tersembunyi dari kebijakannya telah terungkap, karena Trump dengan sengaja menyingkap realitas kolonialnya. Trump menyingkap wajah Amerika yang sebenarnya, sehingga ia menangkap presiden Venezuela serta mengancam Kuba dan Kolombia. Trump tidak peduli dengan kritik dari negara-negara di dunia, bahkan memunggungi mereka. Tidak hanya itu, ia juga menginjak-injak demokrasi yang dibanggakan Amerika, dan ia tidak berhenti sampai di situ, melainkan mulai menyerang sekutu-sekutu Eropanya di rumah mereka sendiri, seperti yang terlihat dalam pidatonya di konferensi Davos dan ancamannya untuk menduduki Greenland secara paksa.

Pada awal abad ke-20, Khilafah telah runtuh. Khilafah adalah sistem pemerintahan Islam yang di bawah naungannya orang-orang berlindung dan keadilan mewarnai dunia. Di bawah naungannya, tidak ada negara yang dapat menyerang negara lain karena negara kebenaran telah ada dan hak-hak pemiliknya telah dipulihkan, bahkan negara-negara Eropa menjadi saksi atas hal itu.

Pada abad kesembilan belas, orang Jerman tinggal di satu sisi Sungai Rhein, dan orang Prancis di sisi lainnya. Setiap tahun, orang-orang Prancis menyeberangi sisi sungai yang dikuasai Jerman dan secara paksa mengumpulkan semua hasil panennya dengan ancaman senjata. Pada saat itu, Jerman lemah, sehingga tidak dapat menjamin persatuan mereka, dan tidak mampu membela hak-haknya, hingga akhirnya mereka menemukan solusi dengan mengadu kepada Sultan Utsmani dan meminta bantuannya.

Pesan mereka berbunyi sebagai berikut: “Orang Prancis menindas kami setiap tahun dan mencuri hasil panen kami. Anda adalah Sultan dari sebuah kekaisaran yang menyebarkan keadilan di seluruh dunia dan Khalifah Islam. Selamatkan kami dari ketidakadilan ini dan kirimkan tentara Anda kepada kami serta beri kami kesempatan untuk memanen hasil panen kami tahun ini.”

Sultan tidak menganggap perlu mengirim tentara, melainkan cukup mengirim pakaian militer saja! Sultan mengirim tiga karung penuh pakaian militer beserta pesan sebagai tanggapan atas permintaan bantuan. Jerman sangat terkejut ketika membaca pesannya: “Orang Prancis adalah orang-orang pengecut, tidak perlu mengirim Pasukan Yanisari kepada mereka, cukup bagi mereka untuk melihat pakaian Yanisari. Pakaikan pakaian tentara Utsmani kepada orang-orang kalian, dan berjalan-jalanlah di sungai dengan pakaian itu selama musim panen, ini sudah cukup bagi orang Prancis untuk mengetahui batasan mereka.” Seketika itu juga, penduduk daerah tersebut mengenakan pakaian tentara Utsmani, dan pada musim panen mereka mulai berjalan-jalan di tepi sungai dengan pakaian Yanisari mereka dengan penuh antusiasme.

Keesokan harinya, sebuah berita membuat orang Jerman bersorak gembira, karena berita itu berbunyi: “Orang Prancis, yang percaya bahwa bantuan akan datang dari Utsmani, maka mereka segera meninggalkan desa karena takut dan melarikan diri ke pedalaman. Sekarang kita dapat dengan mudah memanen tanaman, dan penganiayaan telah berakhir.”

Sungguh peristiwa ini telah menjadi sumber kebanggaan besar bagi penduduk Mulheim, Jerman, yang telah memajang seragam Yanisari yang dikenakan oleh para prajurit di Staatliches Museum fur Naturkunde Karlsruhe (Museum Sejarah Alam Negara Karlsruhe) di Mulheim, Jerman, dan membukanya untuk umum. Mereka juga mengibarkan bendera Utsmani di gedung tertinggi kota, bahkan selalu mengadakan karnaval di kota tersebut untuk memperingati peristiwa tak terlupakan itu dan merayakannya melalui pertunjukan yang mengisahkan ulang peristiwa itu.

Aliansi yang dibangun Amerika selama hampir delapan puluh tahun kini terkikis dari akarnya oleh kebusukan, karena Trump telah mulai membongkarnya. Aliansi itu adalah NATO, yang telah membunuh begitu banyak kaum Muslim di Afghanistan, Irak, Bosnia dan Herzegovina, dan tempat lainnya. Allah SWT berfirman:

﴿أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَم مَّنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ﴾

Maka, apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan rida(-Nya) itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di sisi tepian jurang yang nyaris runtuh, lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (TQS. At-Taubah [9] : 109). [] Muhammad Sulaim – Tanah yang Diberkahi, Palestina

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 24/1/2026.

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *