Hizbut Tahrir Bangladesh Gelar Aksi Tolak Rencana Pengerahan Militer ke Gaza
MediaUmat – Hizbut Tahrir Wilayah Bangladesh menggelar aksi unjuk rasa dan pawai di sejumlah titik di Dhaka dan Chattogram, Jumat (16/1/2026), usai salat Jumat. Aksi tersebut menolak rencana pengerahan angkatan bersenjata Bangladesh ke apa yang disebut sebagai “Pasukan Stabilisasi Internasional” di Gaza, yang diklaim diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Berdasarkan keterangan resmi Hizbut Tahrir Bangladesh, aksi dilakukan di berbagai masjid dengan diikuti massa yang menyuarakan penolakan terhadap keterlibatan militer Bangladesh dalam pasukan internasional tersebut. Sejumlah slogan dikumandangkan peserta aksi, di antaranya penolakan terhadap pengerahan pasukan ke Gaza, kritik terhadap Amerika Serikat, serta seruan dukungan bagi Palestina.
Juru bicara Hizbut Tahrir Bangladesh dalam orasinya menyatakan bahwa pemerintah Bangladesh dinilai tidak mengambil langkah nyata untuk menghentikan kekerasan terhadap warga Palestina, namun justru mempertimbangkan keterlibatan militer dalam pasukan internasional yang disebut-sebut berada di bawah pengaruh Amerika Serikat.
“Ketika rakyat menyerukan pembelaan terhadap Palestina, pemerintah tidak mengerahkan kekuatan untuk menghentikan genosida. Namun kini, atas tekanan Amerika, justru ada rencana mengirim pasukan ke Gaza dalam skema yang pada dasarnya merupakan pasukan pendudukan,” ujar salah satu pembicara dalam aksi tersebut.
Hizbut Tahrir Bangladesh juga mendesak partai politik dan para kandidat dalam pemilu mendatang untuk menyatakan sikap secara terbuka terkait rencana tersebut. Mereka menilai dukungan atau kerja sama militer dengan Amerika Serikat sebagai bentuk ketundukan terhadap kekuatan asing yang bertentangan dengan kepentingan umat Islam.
Selain itu, para pembicara dalam aksi tersebut menyampaikan seruan kepada perwira angkatan bersenjata Bangladesh agar menolak keterlibatan dalam aliansi militer internasional yang dipimpin negara non-Muslim. Menurut mereka, keterlibatan tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip keimanan dan kepentingan umat Islam.
Dalam pernyataannya, Hizbut Tahrir Bangladesh juga kembali menyerukan pendirian sistem Khilafah sebagai solusi politik global yang mereka yakini mampu melindungi Palestina dan umat Muslim di berbagai belahan dunia.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan dilaporkan berjalan tertib hingga massa membubarkan diri. []AF
Sumber : https://www.hizb-ut-tahrir.info/en/index.php/press-releases/bangladesh/28954.html
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat