UIY Beberkan Peluang Tegaknya Khilafah di Masa Depan
MediaUmat – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) beberkan lima faktor peluang tegaknya khilafah di masa depan.
“Ini persoalan kompleks bukan hitam putih, tergantung banyak faktor. Ia kemudian menyebut lima faktor utama,” ulasnya dalam unggahan video bertajuk Antara Prediksi Chat GPT dan Realitas, Sabtu (17/1/2026) di kanal YouTube Khilafah News.
Pertama, dukungan ideologis. Jelas UIY, ada basis umat yang mendukung khilafah sebagai sistem pemersatu.
“Gerakan dakwah ideologis termasuk dia sebut Hizbut Tahrir aktif menyebarkan gagasan ini di dunia maya. Terutama di kalangan generasi muda yang kritis terhadap kapitalisme dan sekularisme. Dukungannya sangat nyata. Belum mayoritas memang, tapi ada fondasinya,” ulasnya.
Kedua, realitas politik global. Menurut UIY, negara Muslim terikat sistem nasionalisme dan tatanan global. Di sana ada PBB, IMF, kemudian andil aliansi militer seperti NATO dan sebagainya.
“Kekuatan besar dunia akan menentang pendirian khilafah secara terbuka. Hambatan ini nyata bukan imajinasi,” kritiknya.
Ketiga, kondisi dunia Islam. Hemat UIY, krisis ekonomi, moral, dan politik meluas. Hal ini, membuat umat mulai mencari sistem alternatif.
Namun, lanjut UIY, akibat fragmentasi mazhab, nasionalisme, dan kepentingan elite politik di masing-masing negara menjadi penghambat besar.
“Potensi perubahan itu ada jika krisis makin parah dan sistem lama terbukti gagal,” ujarnya.
Keempat, teknologi dan media. Menurut UIY, internet mempercepat penyebaran ide keadilan Islam lintas negara.
“Meski diawasi ketat, penyadaran ideologis ini justru makin luas, tak terbatas,” tuturnya.
Kelima, respons dunia Barat. “Istilah khilafah distigmatisasi lewat pengalaman ISIS. Namun paradoknya stigma ini juga memicu pertanyaan apa itu sebenarnya khilafah,” tanyanya retoris.
Menariknya, tegas UIY, ChatGPT menyimpulkan bahwa peluang tegaknya khilafah di masa depan itu ada, tapi tidak mudah, dan tidak dekat.
“Perlu perubahan kesadaran kolektif, perjuangan politik, non-kekerasan, kesabaran, dan konsistensi,” ucapnya.
Akhirnya, sambung UIY, ChatGPT menegaskan, itu semua tergantung pada penyadaran umat.
“Dukungan elite strategis yang memiliki kekuatan, keteguhan metode dakwah, dan gagalnya kapitalisme sekuler. Dan ini yang tak boleh dilupakan yakni nasrullah atau pertolongan Allah,” tutupnya.[] Novita Ratnasari
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat