Pengakuan Menteri Israel Soal Agen Mossad di Iran Konfirmasi Keterlibatan Israel
MediaUmat – Pengakuan Menteri Warisan Budaya Israel Amichai Eliyahu yang mengatakan ada agen-agen intelijen Mossad yang beroperasi di Iran di tengah demo besar negara itu, menurut Pengamat Timur Tengah Iranti Mantasari mengonfirmasi keterlibatan Israel dalam ketidakstabilan di Iran.
“Pengakuan bahwasanya terdapat agen intelijen yang terlibat di Iran ini, menurut saya pribadi itu lebih kepada Israel mengonfirmasi bahwa mereka secara tidak langsung itu terlibat dalam ketidakstabilan protes yang pecah di Iran,” ujarnya kepada media-umat.com, Jumat (16/1/2026).
Menurutnya, di awal protes yang pecah di Iran sekitar akhir Desember 2025 yang lalu, Presiden AS Donald Trump itu sudah mewanti-wanti kepada Iran bahwa Amerika tidak segan untuk melakukan serangan secara militer kepada Iran jika protes ditanggapi oleh otoritas Iran dengan kekerasan.
“Sebagaimana berbagai protes yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, di bulan Agustus 2025, kondisi ini memang sangat rentan untuk ditunggangi. Sehingga ketika protes yang dilakukan oleh massa atau masyarakat menjadi tidak stabil atau malah pecah menjadi anarkis maka ini seakan-akan menjadi lampu hijau bagi Amerika untuk mengintervensi Iran, untuk menerjunkan pasukannya ke Iran,” ungkapnya.
Jika AS melakukan ini kepada Iran, kata Iranti, maka Israel itu menjadi salah satu pihak yang diuntungkan karena fokus Iran akan terpecah dari Israel dan malah memfokuskan untuk melawan atau menghalau intervensi yang dilakukan oleh AS.
“Sehingga dari sini kita bisa mendapati bahwa pengakuan Israel terhadap terlibatnya agen intelijen mereka di Iran ini, ingin menunjukkan bahwasanya memang dia memiliki atau berusaha untuk menjaga kepentingan nasionalnya. Walaupun itu hanya manuvernya Israel yang selama ini sebagai topeng untuk dia bisa akhirnya nanti senantiasa meluaskan penjajahannya atau bahkan agresinya kepada wilayah Baitul Maqdis dan juga beberapa wilayah kaum Muslimin yang lainnya,” bebernya.
Dalam menghadapi penyusupan kaum kafir ke dalam negeri Islam, Iranti mengingatkan Iran agar berusaha semaksimal mungkin untuk menghalau dan membersihkan kondisi dalam negeri mereka dari penyusupan-penyusupan agen intelijen yang secara nyata itu adalah pihak kafir harbi. “Mereka itu secara nyata membunuhi atau melawan kaum Muslimin itu sendiri,” ujarnya.
Adapun bagi dunia Islam secara umum, menurutnya, umat Islam harus memahami bahwa aktivitas ini memang “sangat lumrah” untuk dilakukan oleh negara-negara yang memiliki kepentingan buruk terhadap Islam dan juga kaum Muslim.
“Israel memang secara nyata sudah menunjukkan posisinya yang menentang keras terhadap kebangkitan dari Islam dan juga kaum Muslimin itu sendiri,” tandasnya.
Sehingga, kata Iranti, dunia Islam secara umumnya tidak boleh lengah terhadap keamanan informasi, baik secara politik maupun sosial di dalam negerinya sehingga tidak bisa atau tidak mudah untuk dikacaubalaukan oleh pihak-pihak luar.
“Pengakuan Israel ini juga seharusnya kita sadari —sebagai kaum Muslimin— itu sebagai sebuah sikap kepongahan yang atau arogansi dari Israel untuk mengobrak-abrik dapur atau rumahnya kaum Muslimin atau umat Islam ini sehingga kita jelas mendudukkan bahwasanya Israel ini memang bukan pihak yang kita bisa menjabat tangan mereka, bermanis muka kepada mereka, karena bukan hanya Palestina yang digituin, bukan hanya Baitul Maqdis yang mereka berlakukan secara arogan seperti itu, tetapi juga Iran. Dan ini tidak menutup kemungkinan negeri-negeri Islam lainnya juga bisa diperlakukan seperti itu oleh Israel,” pungkasnya.[] Achmad Mu’it
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat