Pengamat: Manuver Eropa di Greenland Isyarat Penolakan Dominasi AS
MediaUmat – Pengamat Hubungan Internasional dari Geopolitical Institute Hasbi Aswar, Ph.D. menilai pengerahan pasukan dari berbagai negara Eropa ke Greenland mengisyaratkan penolakan dominasi AS atas Eropa.
“Melihat manuver negara-negara Eropa ini sebenarnya bagian dari model komunikasi tegas (coercive diplomacy) negara-negara Eropa terhadap AS yang bermakna mereka tidak ingin AS lebih kuat mencengkeram Eropa dan juga mempertegas kedaulatan politik mereka terhadap AS,” tuturnya kepada media-umat.com, Ahad (18/1/2026).
Hasbi mengatakan, strategi diplomasi keras Trump dalam konteks Greenland adalah upaya Trump agar dapat memperkuat pengaruhnya di kawasan Eropa khususnya di Laut Arktik yang saat ini Rusia tengah membangun kekuatan militer di wilayah itu bekerja sama dengan Cina.
Upaya untuk mengambil alih Greenland ini, kata Hasbi, hanya bahasa diplomatik saja yang Trump berharap kepada negara-negara Eropa termasuk Denmark agar memberikan peluang lebih besar AS di Greenland.
“Saya kira mereka masih dalam tahap negosiasi intensif saat ini, baik Eropa maupun AS berharap akan ada jalan tengah yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak,” ungkap Hasbi.
Menurutnya, terlalu jauh jika memprediksi bahwa akan terjadi perang antara AS dan Eropa. “Belum lagi mempertimbangkan saling ketergantungan satu sama lain khususnya dalam bidang politik dan keamanan global,” ujarnya.
Pelecut Semangat
Bagi kaum Muslim, Hasbi mengingatkan mestinya ini menjadi pelecut semangat bahwa hanya negara yang punya kekuatan super yang bisa melakukan manuver lebih banyak dalam politik internasional. Kekuatan itu ditopang oleh kekuatan militer dan ekonomi yang tangguh, serta kepemimpinan yang kuat.
“Kaum Muslim mestinya harus punya kekuatan yang lebih kuat daripada negara-negara besar saat ini agar bisa menunjukkan kepada dunia bagaimana seharusnya kekuatan politik itu bisa berkontribusi untuk kebaikan umat manusia bukan sekadar pamer kekuatan, atau berbuat sewenang-wenang terhadap bangsa lain seperti yang AS pertontonkan selama ini,” pungkasnya.[] Achmad Mu’it
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat