Hamas: Persetujuan Pendudukan atas Pembangunan Permukiman Baru di Tepi Barat Memperkuat Kebijakan Aneksasi
Gerakan Hamas menyatakan bahwa persetujuan otoritas Pendudukan atas pembangunan 19 permukiman di Tepi Barat yang diduduki merupakan langkah kolonial baru yang memperkuat kebijakan aneksasi bertahap dan bertujuan untuk menjarah tanah Palestina. Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Harun Nashiruddin, anggota biro politik dan kepala Kantor Urusan Al-Quds dalam gerakan tersebut, menjelaskan bahwa langkah tersebut memperkuat kebijakan aneksasi bertahap, dan bertujuan untuk menjarah tanah Palestina serta memaksakan realitas dengan mengorbankan hak-hak historis dan hukum rakyat kami.
Ia menekankan bahwa keputusan untuk mendirikan permukiman baru dan praktik kriminal pendudukan serta para pemukimnya menunjukkan tekad pemerintah pendudukan untuk memperluas permukiman sebagai alat utama untuk pengusiran. Nashiruddin juga memperingatkan tentang “bahaya meningkatnya serangan ke kompleks Masjidil Aqsa, dan penodaan yang disengaja terhadap tempat-tempat suci serta provokasi sentimen kaum Muslim, semuanya dalam kerangka kebijakan sistematis untuk men-Yahudikan Al-Quds dan mengubah karakter keagamaan dan historisnya.”
Selama para penguasa Muslim yang khianat dan Otoritas Palestina tetap tunduk pada kejahatan, pembantaian, dan perluasan pemukiman entitas Yahudi, juga selama Otoritas terus melakukan koordinasi keamanan yang khianat dengannya, maka mereka akan melakukan apa pun yang mereka inginkan di Tepi Barat, seperti yang mereka lakukan di Gaza.
Langkah mereka untuk mencaplok Tepi Barat atau membangun permukiman untuk membuka jalan bagi hal itu adalah bukti nyata dari kebijakan aneksasi ini. Satu-satunya alasan kejahatan mereka di Gaza sejak 7 Oktober 2023, dan semua kekejaman yang telah mereka lakukan di Palestina sejak pendudukan pada tahun 1948, adalah terletak pada pengkhianatan para penguasa Muslim dan kegagalan mereka untuk menolong Palestina.
Oleh karena itu, ketika orang-orang Yahudi melanjutkan rencana mereka untuk mencaplok Tepi Barat besok, Otoritas Oslo seharusnya tidak perlu meratapi, karena justru koordinasi keamanan dan kegagalan mereka untuk meresponslah yang telah memberi keberanian kepada entitas vampir ini untuk terus melanjutkan tirani mereka (hizb-ut-tahrir.info, 22/12/2025).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat