Paus Vatikan: Solusi Dua Negara Satu-satunya Cara untuk Mengakhiri Konflik
Paus Leo XIV, kepala negara Vatikan, menyatakan bahwa ia mendukung solusi dua negara sebagai satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung antara Palestina dan entitas Yahudi. Berbicara dalam perjalanan dari Turki ke Lebanon, persinggahan kedua dalam lawatan resmi luar negeri pertamanya, ia mengatakan bahwa kunjungannya bertujuan untuk mempromosikan perdamaian di seluruh kawasan. Ia menggambarkan kunjungannya ke Turki sebagai kunjungan yang luar biasa dan khususnya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Erdogan.
Fakta bahwa Paus melakukan kunjungan luar negeri pertamanya ke Turki dan Lebanon—yaitu, ke negeri-negeri Muslim, dan ke negara yang pernah menjadi pusat kekhalifahan—bertepatan dengan peringatan Perang Salib melawan Yerusalem, merupakan aib dan noda yang memalukan bagi reputasi Erdogan dan para penguasa Lebanon. Paus yang kafir itu diterima di Turki—Turki-nya Erdogan, di mana ia memandang dirinya sebagai seorang Muslim dan pemimpin kaum Muslim—ia menyamnut Paus dengan penuh penghormatan seperti yang diberikan kepada para nabi dan dikelilingi oleh segala macam tanda sambutan! Demi menyenangkan Amerika dan dalam upaya menjilat kaum kafir, Erdogan telah menginjak-injak seluruh nilai dan kesucian Islam saat ia menyambut Paus ini.
Dan inilah Paus sendiri, yang hari ini memulai perang salib baru ke Lebanon, dari sana ia akan mengeluarkan pernyataan tentang Palestina, situs suci bagi kaum Muslim. Sementara kunjungan Paus ke Turki dan kontak-kontaknya di sana jelas-jelas melayani kepentingan Amerika, sebab mereka bertujuan untuk menyatukan umat Kristen yang telah terpecah belah selama 1700 tahun, dan untuk mendeklarasikan Patriarkat Ortodoks Yunani di Turki sebagai patriarkat “ekumenis” yang akan digunakan sebagai alat tawar-menawar melawan Rusia (hizb-ut-tahrir.info, 1/12/2025).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat