IJM: Motor Brebet Berakar dari Kualitas BBM Rendah
MediaUmat – Menyikapi adanya kasus motor brebet (mengalami gangguan mesin sehingga berjalan tersendat-sendat atau tidak stabil) di Jawa Timur, Rizqi Awal dari Indonesia Justice Monitor (IJM) menilai berakar dari kualitas bahan bakar yang rendah.
“Apakah berakar dari kualitas bahan bakar yang rendah? ya tentu,” ujarnya dalam Kabar Petang: Brebet Massal Motor Usai Isi BBM, Why? di kanal YouTube Khilafah News, Jumat (14/11/2025).
Karena, menurutnya, ketika ada campuran atau kualitasnya dikurangi itu tentu akan berpengaruh pada mesin motor yang sehingga secara aktivitas apa yang terjadi pada mesin motor itu akan memengaruhi kinerja masyarakat dalam sehari-hari.
“Artinya gini, pemerintah harus berkacamata betul terkait dengan bukan sekadar penyediaan pertalite yang merata, tapi juga kualitasnya. Jangan sampai masyarakat semakin tidak percaya dengan pemerintah dan elemen-elemen di bawahnya karena kelalaian seperti ini,” bebernya.
Seperti halnya Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) asing, lanjut Rizqi, yang tutup gara-gara tidak diberikan jaminan minyak yang mereka butuhkan pada pemerintah melalui Pertamina.
“Tapi harus ada hitam di atas putih kebutuhan minyak dari penyediaan minyak di Pertamina yang tentu beda standar dengan SPBU asing itu,” bebernya.
Evaluasi
Rizqi mengimbau Pertamina sebagai pihak yang paling bertanggung jawab harus melakukan evaluasi penuh, terkait dengan jalur distribusi dari hulu ke hilir di khususnya untuk di Jawa Timur. “Tadi ada kelalaian di mana sehingga motor-motor itu punya kerusakan,” tuturnya.
Sedangkan rakyat, lanjutnya, berhak melakukan tindakan protes atau aksi langsung (clash action) atas kesengsaraan yang mereka alami, karena pengaruh motor yang bermasalah dan berjalan tersendat-sendat. Masalah ini bukan hanya soal ekonomi yang kurang, tetapi juga waktu mereka yang terbuang habis karena harus menunggu motor diperbaiki di bengkel. Bahkan kinerja perusahaan-perusahaan tempat mereka bekerja ikut tertunda karena motor mereka bermasalah.
“Artinya, Pertamina harus memenuhi dua hal ini, mengontrol penuh, evaluasi, dan memberikan jaminan penuh kepada rakyat atau semacam tanggung jawab dari Pertamina kepada motor-motor pertalite yang berbasis portal yang tidak bisa terisi dengan baik, tidak bisa beraktivitas dengan baik gara-gara diisi oleh pertalite itu masalahnya,” pungkasnya.[] Setiyawan Dwi
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat