Ahmad Sastra: Dua Miliar Umat Islam Lumpuh karena Tak Bersatu
MediaUmat – Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) Dr. Ahmad Sastra menyatakan kegagalan dua miliar umat Islam dalam membebaskan Palestina bukan karena kekurangan jumlah, tetapi karena belum menyatukan potensinya dalam satu kekuatan politik dan militer global.
“Intinya, kenapa umat Islam yang jumlahnya dua miliar begitu lemah dan lumpuh sehingga tak mampu bebaskan Palestina dari penjajahan Israel adalah karena umat Islam belum menyatukan potensinya,” tegasnya kepada media-umat.com, Selasa (15/7/2025).
Menurutnya, ketiadaan kepemimpinan politik Islam setelah runtuhnya Khilafah Utsmaniyyah tahun 1924 membuat umat Islam tercerai-berai, terpecah ke dalam lebih dari 50 negara dengan kepentingan masing-masing dalam ikatan nasionalisme, merupakan warisan penjajah yang telah menggantikan ukhuwah islamiah.
“Sementara Israel dan Amerika bersatu padu. Umat Islam terpecah karena tidak ada lagi khilafah, institusi pemersatu negeri-negeri Muslim,” jelasnya.
“Akibat tiadanya khilafah, tidak ada satu pun negara yang sungguh-sungguh menggunakan kekuatan militer atau politik secara tegas untuk membebaskan Palestina,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti sikap para pemimpin negara-negara Muslim yang lebih memilih berkompromi dengan negara-negara Barat, termasuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel demi stabilitas kekuasaan mereka.
Menurutnya, ketergantungan negara-negara Muslim pada sistem internasional seperti PBB dan Amerika Serikat menjadikan umat Islam selama ini berharap keadilan dari sistem yang justru menopang penjajahan Israel.
“Adalah ironi, umat Islam berharap keadilan dari sistem yang justru menopang penjajahan,” geramnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan, Palestina bukan sekadar isu kemanusiaan atau politik luar negeri, melainkan bagian dari akidah Islam dan kehormatan umat yang seharusnya menjadi masalah utama atau prioritas umat.
“Masih banyak umat Islam yang sibuk dengan masalah lokal, konsumtif, atau tidak sadar peran politik mereka. Tanpa tekanan rakyat yang kuat, para penguasa tidak akan bertindak,” jelasnya.
Ahmad Sastra juga menekankan, pembebasan Palestina bukan sekadar soal solidaritas, melainkan kewajiban militer negara-negara Muslim. Namun, karena tidak ada khilafah atau negara yang siap berjihad secara resmi, jihad fisik hanya dilakukan kelompok kecil tanpa dukungan negara.
“Dalam Islam, pembebasan wilayah Muslim yang dijajah adalah kewajiban militer negara Muslim, bukan hanya solidaritas sosial,” terangnya.
Ahmad Sastra menyerukan agar umat Islam kembali pada persatuan sejati dengan membangun kekuatan politik global Islam yang menyatukan negeri-negeri Muslim.
“Berbeda lagi jika dua miliar umat Muslim itu bersatu di bawah satu komando seorang khalifah. Berbeda lagi jika ada upaya konkret untuk menyatukan kekuatan militer dari Mesir, Turki, Pakistan, Indonesia, Iran, dll. Berbeda lagi jika seluruh negeri Muslim kompak menghentikan ekspor minyak ke negara pendukung Israel. Berbeda lagi jika seluruh negeri Muslim kompak memboikot ekonomi secara global dan berkelanjutan,” pungkasnya.[] Lukman Indra Bayu
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat